Selasa, 07 Mei 2013

CIRI-CIRI WANITA AHLUL JANNAH



"CIRI-CIRI WANITA AHLUL JANNAH"

Nabi yang mulia shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda dalam satu haditsnya yang diriwayatkan oleh imam nasa'I.

Beliau bersabda;
"Maukah aku beritahukan kepada kalian, tentang istri-istri kalian yang akan menjadi penghuni syurga?? mereka ini ialah istri yang memiliki rasa belas kasih sayang, kemudian yang bakal memberikan banyak keturunan, dan mereka (para istri) yang segera kembali/mendatangi suaminya. Dia (seorang istri) dimana jika terjadi suaminya marah dengannya, maka istrinya segera mendatanginya (mendatangi suaminya) serta meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya seorang istri berkata padanya: "Aku tidak mampu memejamkan mataku ini (aku tidak bisa tidur) sebelum engkau ridha kepadaku".

Subhaanallah....
Hadits yang mulia ini memberikan pelajaran yang sangat berharga sekali untuk kita semua, diantara pelajaran yang dapat kita ambil:

1. Memberikan pelajaran yang berharga kepada kita tentang ciri-ciri wanita ahlul jannah.
2. Keutamaan memiliki seorang istri yang memiliki rasa belas kasih dan sayang, yang kelak sangat memberikan manfaat untuk suami dan anak-anaknya, yang dia berkhidmat untuk mereka (suami dan anaknya) dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, dan tidak keras dan kasar kpd suami dan anaknya.
3. Keutamaan menikahi seorang wanita yang kelak akan mendapatkan keturunan yang banyak darinya, yang dengan sebabnya memiliki banyak anak akan menambah jumlah kaum muslimin yang beribadah kepada ALLAH dan menghidupi sunnah Nabi-NYA.
4. Tingginya hak suami yang wajib dipenuhi oleh seorang istri, dan wajib bagi seorang istri untuk taat kepadanya dalam perkara baik (bukan ma'siyat).
Bahkan Nabi yang mulia pernah bersabda: "tidaklah seorang istri dapat memenuhi hak Rabbnya sampai ia menunaikan hak suaminya.

Semoga bermanfaat..

10 DOSA BESAR MENURUT AL QURAN

 10 DOSA BESAR



10 Macam Dosa Besar menurut
Al Quran
Dosa adalah tindakan
yang melanggar
norma atau aturan
yang telah ditetapkan
Allah.
Hanya sekedar
mengingatkan, bukan untuk menggurui.
Apa sajakah yang termasuk 10 macam
dosa besar menurut al quran?
1. Syirik (Menyekutukan Allah SWT).
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidak akan
mengampuni dosa syirik, dan Dia
mengampuni segala dosa yang selain
dari (syirik) itu, bagi siapa yang
dikehendaki-Nya". (An Nisaa: 48).
Dan Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya orang yang
mempersekutukan (sesuatu dengan)
Allah, maka pasti Allah mengharamkan
kepadanya surga". (Al Maidah: 72)
2. Berputus asa dari mendapatkan
rahmat Allah SWT.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya tiada berputus asa dari
rahmat Allah, melainkan kaum yang
kafir".(Yusuf: 87).
3. Merasa aman dari ancaman Allah
SWT.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Tiadalah yang merasa aman dari azab
Allah kecuali orang-orang yang
merugi." (Al A'raaf: 99)
4. Berbuat durhaka kepada kedua
orang tua.
Karena Allah SWT mensifati orang yang
berbuat durhaka kepada kedua orang
tuanya sebagai orang yang jabbaar
syaqiy 'orang yang sombong lagi celaka'.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia
tidak menjadikan aku seorang yang
sombong lagi celaka". (Maryam: 32).
5. Membunuh.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Dan barangsiapa yang membunuh
seorang mu'min dengan sengaja, maka
balasannya ialah Jahannam, kekal ia di
dalamnya". (An Nisaa: 93).
6. Menuduh wanita baik-baik berbuat
zina.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang
menuduh wanita-wanita yang baik-baik,
yang lengah lagi beriman (berbuat zina),
mereka kena la'nat di dunia dan akhirat,
dan bagi mereka azab yang besar". (An
Nuur: 23)
7. Memakan riba.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Orang-orang yang makan (mengambil)
riba tidak dapat berdiri melainkan
seperti berdirinya orang yang
kemasukan syaitan lantaran (tekanan)
penyakit gila". (Al Baqarah: 275)
8.Lari dari medan pertempuran.
Maksudnya, saat kaum Muslimin
diserang oleh musuh mereka, dan kaum
Muslimin maju mempertahankan diri
dari serangan musuh itu, kemudian ada
seseorang individu Muslim yang
melarikan diri dari pertempuran itu.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Barangsiapa yang membelakangi
mereka (mundur) di waktu itu, kecuali
berbelok untuk (siasat) perang atau
hendak menggabungkan diri dengan
pasukan yang lain, maka sesungguhnya
orang itu kembali dengan membawa
kemurkaan dari Allah, dan tempatnya
ialah neraka Jahannam. Dan amat
buruklah tempat kembalinya". (Al Anfaal:
16)
9. Memakan harta anak yatim.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang
memakan harta anak yatim secara zalim,
sebenarnya mereka itu menelan api
sepenuh perutnya dan mereka akan
masuk ke dalam api yang menyala-nyala
(neraka)". (An Nisaa: 10)
10. Berbuat zina.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Barangsiapa yang melakukan demikian
itu, niscaya dia mendapat (pembalasan)
dosa (nya), (yakni) akan dilipat
gandakan azab untuknya pada hari
kiamat dan dia akan kekal dalam azab
itu". (Al Furqaan: 68-69

Senin, 06 Mei 2013

LDII BUKAN ALIRAN SESAT''

Kenapa masih ada segelintir orang yang punya anggapan:LDII SESAT..!

padahal yang sebenarnya . . . ? ? ?

amirul-haj-ldii
Amirul Haj LDII
LDII aliran sesat itulah yang sering dan banyak di cari di internet, bahkan mereka mengatakan ldii sesat berdasarkan fatwa mui tentang kesesatan ldii . Maka jawabanya adalah ldii tidak sesat. Bahkan tuduhan itu adalah tuduhan yang menyesatkan pembaca dan dirinya. Kalau kita baca dalil-dalil tentang tuduhan aku jadi heran ? tuduhan itu mengatas namakan apa, apa motivasi mereka ? Rasulullah berkata bahwa cukup di katakan jelek bila menuduhkan jelek saudaranya . Kalau kita tarik lebih umum lagi bahwa islam itu adalah agama damai, agama rohmat. Kenapa ada golongan islam yang menjelek-jelekan saudaranya sendiri ?
Rasulullah berkata :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَنَاجَشُوا، وَلَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَلَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَكُونُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ، وَلَا يَحْقِرُهُ التَّقْوَى هَاهُنَا» وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ «بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ، دَمُهُ، وَمَالُهُ، وَعِرْضُهُ * رواه مسلم
Artinya : Dari Abi Hurairah Rasulullah berkata kalian jangan saling mendengki iri hati, jangan saling bersaing , jangan saling saling membenci, jangan saling bermusuhan, dan jangan menjual dangan sebagian kalian atas jualanya sebagianya dan hai hamba-hambnya Allah jadilah saudara, orang islam itu saudaranya orang islam jangan menganiaya saudaranya , jangan menganiaya menelantarkan / menjerumuskan saudarnya, jangan menganiaya merendahkan ketakwaan itu disini,Rasulullah isyarah pada dadanya tiga kali “ cukup seseorang itu dikatakan jelek apabila menghina saudaranya yang islam, setiap muslim atas muslim yang lain itu haram darahnya, hartanya dan rahasianya.
Bagaimana Prosedur penetapan fatwa MUI
ldii-di-terima-mui
LDII Di Terima MUI
  1. Masalah yang masuk terlebih dahulu dipelajari secara seksama oleh anggota komisi sekurang-kurangnya satu minggu.
  2. Masalah yang telah jelas ( Qoth’iy ) hendaknya disampaikan apa adanya dan fatwa menjadi gugur setelah diketahui ada nas-nya dari al-quran dan al-hadist.
  3. Dalam masalah khilafiah di kalangan madzahab yang di fatwakan adalah hasil tarjih setelah memperhatikan fiqih muqaran.
Jadi MUI dalam memberikan fatwa tidak serta merta apalagi menghukumi ldii aliran sesat , atau ldii menganut ajaran islam jamaah. Perlu di jelaskan di sini bahwa di kejaksaan agung tentang surat keputusan pelarangan terhadap ajaran islam jamaah tidak di alamatkan kepada LEMKARI atau LDII, jadi lemkari atau ldii tidak berhubungan dengan islam jamaah.
Di bawah ini adalah kriteria aliran sesat agama islam versi MUI :
  1. Mengingkari salah satu rukun iman dan rukun islam
  2. Menyakini atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dengan dalil syar’I ( alquran dan sunnah )
  3. Menyakini turunnya wahyu sesudah alquran
  4. Mengingkari autensitas dan kebenaran al-quran
  5. Menafsirkan al-quran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir
  6. Mengingkari kedudukan hadist nabi sebagai sumber ajaran islam
  7. Menghina, melecehkan dan atau merendahkan nabi dan rasul
  8. Mengingkari nabi Muhammad shollallohu alaihi wasalam sebagai nabi dan rasul terakhir
  9. Mengubah, menambah dan mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah di tetapkan syariat
  10. Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i
    islam-ldii
    Islam LDII
Jadi dari sepuluh kriteria tersebut tidak ada yang beralamatkan / mengarah kepada ldii, bahkan pedoman ibadah ldii adalah alquran dan alhadist . sebagaimana sabda rasulullah :
تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ * رواه مالك فى موطأ
Artinya : telah aku tinggalkan kepada kalian dua perkara , kalian tidak akan sesat selama berpegang teguh pada keduanya , yaitu kitabullah ( alquran ) dan sunah Nabinya

APA ITU LDII. . . ?

LDII adalah organisasi masyarakat yang bergerak dalam bidang dakwah, LDII sama dengan organisasi masyarakat islam lainya, sepeti NU ,Muhammadiah dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, baik dengan ormas islam, institusi pendidikan, mengadakan seminar-seminar/whorkshop, pelatihan dakwah, termasuk aku sendiri juga pernah mengikuti pelatihan dakwah di IAIN Sunan Ampel Surabaya, di isi oleh Prof.Dr.KH. Faishal Haq tentang dakwah dengan pendekatan fiqh , Ahmad Zahro tentang kontekstualisasi pemikiran hukum islam,Ilhamullah Sumarkan tentang aktualisasi dakwah dan kepemimpinan rasulullah saw, Sahid MH tentang Plralisme dalam konteks kebangsaaan, Syafiq A. Mughnni tentang peradaban islam dalan lintasan sejarah, Kh. Abdurahman Nafis, Lc, M.H.I tentang sekitar Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Prof.Dr. Moh. Ali Aziz M.Ag tentang retorika dakwah dan lain-lain yang berhubungan dengan dakwah.
penjelasan-fatwa-mui-pada-ldii
Fatwa MUI Pada LDII
Sumber hukukm warga LDII adalah Al-Quran dan Al-Hadist ijma dan Qiyas, contoh ijma penerapan adzan ketiga pada saat salat jum’аt yang awali pada zaman kekhalifahan Ustman bin Affan, contoh Qiyas zakat fitrah pada zaman rasulullah menggunakan kurma dan gandum, bagi kita di Indonesia beras di qiyaskan dengan gandum, karena sama-sama makanan pokok.
Adapun cara mengaji ldii menggunakan metode tradisional , yaitu guru mengajar murid secara langsung mengenai bacaan , makna dan keterangan ( untuk bacaan mengikuti ketentuan tajwid ). Dengan system mangkul yaitu mangkul adalah bahasa arab yang berasal dari kat naqola-yanqulu yang artinya adalah pindah. Maka ilmu yang di mangkuul adalah ilmu yang di pindahkan dari guru kepada muridnya. Dalam pelajaran tafsir , tafsir mangkul berarti mentafsirkan suatu ayat alquran dengan ayat alquran yang lainya, mentafsirkan alquran dengan alhadist atau mentafsirkan alquran dengan fatwa sahabat. Dalam ilmu hadist , mangkul berarti belajar hadist dari guru yang mempunyai sanad sampai kepada Nabi Muhammad SAW.

DUKUNGAN MENAG PADA LDII

 
Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali menyatakan pemerintah mendukung perubahan arah dakwah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang selanjutnya akan fokus pada upaya deradikalisasi dan pembangunan kesalehan sosial masyarakat. “Saya menyambut baik apa yang menjadi perjuangan LDII saat ini. Kementerian Agama siap bekerjasama dalam mendukung dakwah LDII,” katanya pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII 2012, di Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/4).
 Menurut Menag, LDII harus mengambil peran dalam kegiatan pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya alam SDA). “LDII harus menjadi bagian dalam pembangunan bangsa ini. Kembangkan sumber daya yang ada agar dapat mendorong pembangunan umat,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Adnan Harapan menambahkan.
 Ketua Umum DPP LDII Prof DR Abdullah Syam mengatakan, pihaknya akan menjadikan dukungan pemerintah sebagai modal untuk memulai upaya pembangunan umat. “Dukungan ini akan menjadi modal kita dalam mengembangkan karakter umat dan akhlaqul karimah masyarakat Indonesia,” katanya.
 Suryadharma Ali menyatakan, Islam adalah agama toleran dan memberikan hak hidup kepada agama lain. Indonesia dengan umat muslim 85 persen harus menunjukkan hidup rukun dengan umat agama lain. “Oleh karena itu, warga LDII dan umat Islam pada umumnya agar menyebarkan dakwah yang dapat menghapus stigma negatif terhadap Islam,” katanya.
 Menurut Menag, keragaman dan perbedaan merupakan sunatullah yang menjadikan kehidupan di dunia warna-warni. Perbedaan pandangan dalam Islam sendiri, tutur Suryadharma yang juga Ketua Umum PPP ini, berawal dari kebolehan bahkan anjuran berijtihad dalam memahami teks-teks keagamaan. Di masa Nabi Muhammad SAW hidup, para sahabat lebih banyak mengandalkan wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah, tapi setelah Nabi wafat yang berarti terputusnya wahyu kebutuhan berijtihad semakin meningkat,” ujarnya.
 Apalagi, tutur dia, banyak di antara umat Islam tersebar di wilayah kekuasaan Islam menghadapi berbagai persoalan baru yang belum ada petunjuk sebelumnya. Meski demikian, dia mengharapkan umat Islam tidak membesar-besarkan perbedaan. Namun, Menag yakin bahwa agama Islam dapat mempersatukan perbedaan-perbedaan itu, karena Islam tidak membedakan satu dengan yang lainnya.
 ”Islam menghormati perbedaan ini harus kita sampaikan kepada masyarakat bahwa Islam agama yang paling tepat di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Oleh karena itu, salah jika ada yang menyatakan bahwa Islam bertentangan dengan demokrasi. Juga salah besar jika Islam tidak bisa memberikan toleransi pada perbedaan-perbedaan. Pemahaman ini dihembuskan oleh pihak-pihak yang mendiskreditkan Islam,” katanya.
 Rakernas LDII berlangsung dua hari, 11-12 April 2012. Rakarnas yang dihadiri sekira 1.500 pengurus LDII di seluruh Indonesia itu akan ditutup Wakil Presiden Boediono. Sejumlah tokoh hadir dalam rakernas ini, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dan lainnya

VISI-MISI LDII

Ketum DPP LDII dengan Bpk Presiden SBY
Ketua Umum DPP LDII Prof DR Ir KH Abdullah Syam MSc dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) IV LDII Sumatera Utara di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Pangkalan Masyhur Medan pada 16 Mei 2011 kembali menegaskan visi-misi dan tujuan LDII.
Dikemukakannya, visi LDII, yakni menjadi organisasi dakwah Islam profesional yang mampu mewujudkan manusia Indonesia yang tekun beribadah kepada Allah SWT, berakhlakulkarimah, memakmurkan bumi serta membangun masyarakat madani yang kompetitif berbasis tabiat jujur, amanah, kerja keras dan hemat, rukun, kompak dan bekerjasama yang baik.
Misi LDII, sambungnya, memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan dan penerapan ajaran Islam yang dilakukan secara menyeluruh, berkesinambungan dan terintegrasi sesuai peran, posisi, tanggung jawab profesi sebagai komponen bangsa dalam wadah NKRI.
Sedangkan tujuan keberadaan LDII ingin meningkatkan kualitas peradaban, hidup, harkat dan martabat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta turut serta dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya, yang dilandasi keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT guna terwujudnya masyarakat mandiri yang demokratis dan berkeadilan sosial berdasarkan Pancasila serta diridhoi Allah SWT.
Menurutnya, dalam praktiknya, LDII mengikuti prinsip-prinsip dakwah. Yakni, mengajak ke jalan Allah berdasarkan hikmah serta memberikan nasihat berupa kebaikan.
Untuk itu, LDII dalam praktik dakwahnya mengacu kepada 7 “green dakwah”. Pertama, dakwah berpedoman kepada Alquran dan Al-Hadits. Kedua, membawa kesalihan sosial. Ketiga, santun, sejuk dan tasamuh (toleransi).
Keempat, membawa kemaslahatan umat. Kelima, berwawasan lingkungan. Keenam, memperhatikan kesehatan, dan ketujuh, dibawakan dengan kasih-sayang.
“Karena itu, LDII baik dalam dakwah bil qalam, bil kalam, maupun bil hal tidak melakukan cara-cara radikal, kekerasan/anarkis. Sebab, cara-cara ini tidak dicontohkan Rasulullah SAW dalam dakwahnya,” tegas KH Abdullah Syam.
Mengenai adanya tudingan miring hingga fitnah dan tuduhan kepada LDII di masa lalu, KH Abdullah Syam berilustrasi:”Jika saya pernah berbuat jahat pada masa yang lalu. Kemudian, saya taubat nasuha dengan senantiasa berbuat baik, apakah saya masih dicap sebagai orang jahat. Tentunya kan tidak. Begitu juga dengan LDII”.
Dari penjelasan tersebut, maka tidak ada alasan lagi pihak-pihak yang mencurigai, apalagi memfitnah dan menuduh LDII sebagai ajaran maupun aliran sesat-menyesatkan, seperti Ahmadiyah.
Selain tunduk kepada Alquran dan Sunnah Rasulullah SAW (Al-Hadits), LDII juga berpedoman kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Bahkan, bagi LDII NKRI merupakan “harga mati” sama seperti mempertahankan Islam sebagai ajaran yang wajib diikuti dan dibela hingga akhir hayat oleh setiap warga LDII.
Untuk melihat langsung aktivitas warga LDII, terutama di markasnya di Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kediri dan Ponpes Gadingmangu Jombang yang keduanya berada di Provinsi Jawa Timur serta ke Markas Besar DPP LDII di kawasan Senyang yang diterima langsung Ketua Umumnya KH Abdullah Syam didampingi pengurus teras lainnya, penulis yang ikut rombongan ulama Medan dalam “Muhibbah Tabayyun” ke lokasi dua Ponpes LDII itu yakni Ketua Komisi Dakwah dan Luar Negeri MUI Medan Al-Ustadz KH Zulfiqar Hajar Lc, Penasihat MUI Medan/Ketua Umum Majelis Dzikir Tazkira Sumut KH Amiruddin MS, pengurus MUI Medan Drs H Amhar Nasution MA, Qari Muhammad Syafi’i Ssos serta Ketua LDII Sumut masa bakti 2011-2016 Ir H Agus Purwanto sejak 13-15 Juni 2011, merasakan bagaimana suasana religius serta tidak ditemukan hal-hal aneh sebagaimana dituduhkan segelintir pihak terhadap LDII.
Karena itu, tidak ada alasan bagi siapa pun yang menuding hingga menuduh LDII sebagai aliran sesat. Mereka hanya mendengar “kabar burung” yang tidak jelas. Jadi, sebagai umat Islam, kita wajjb “tabayyun” jika mendengar informasi yang belum jelas kebenarannya dari fasik. Jika kita tetap membenarkan “kabar burung” itu, samalah kita dengan orang-orang fasik.
MARKAS DPP LDII: Rombongan ulama MUI Medan dipimpin KH Zulfiqar Hajar, Buya KH. Amirudin, Drs. Amhar Nasution didampingi Ketua Umum DPP LDII H Abdullah Syam, KH> Chriswanto Santoso, M.Sc, H. Sidik Waskito BA, Rioberto Sidauruk, SH dan pengurus lainnya foto bersama di depan markas Ormas Islam itu di kawasan Senayan Jakarta, Rabu (15/6).(Foto: Skala/Ramadhan)