Ketua Umum DPP LDII Prof DR Ir KH Abdullah Syam
MSc dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) IV LDII Sumatera Utara di Aula
Madinatul Hujjaj Asrama Haji Pangkalan Masyhur Medan pada 16 Mei 2011
kembali menegaskan visi-misi dan tujuan LDII.
Dikemukakannya, visi LDII, yakni menjadi organisasi dakwah Islam
profesional yang mampu mewujudkan manusia Indonesia yang tekun
beribadah kepada Allah SWT, berakhlakulkarimah, memakmurkan bumi serta
membangun masyarakat madani yang kompetitif berbasis tabiat jujur,
amanah, kerja keras dan hemat, rukun, kompak dan bekerjasama yang baik.
Misi LDII, sambungnya, memberikan
kontribusi nyata dalam pembangunan dan penerapan ajaran Islam yang
dilakukan secara menyeluruh, berkesinambungan dan terintegrasi sesuai
peran, posisi, tanggung jawab profesi sebagai komponen bangsa dalam
wadah NKRI.
Sedangkan tujuan keberadaan LDII ingin
meningkatkan kualitas peradaban, hidup, harkat dan martabat dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta turut serta dalam
pembangunan manusia Indonesia seutuhnya, yang dilandasi keimanan dan
ketakwaan kepada Allah SWT guna terwujudnya masyarakat mandiri yang
demokratis dan berkeadilan sosial berdasarkan Pancasila serta diridhoi Allah SWT.
Menurutnya, dalam praktiknya, LDII
mengikuti prinsip-prinsip dakwah. Yakni, mengajak ke jalan Allah
berdasarkan hikmah serta memberikan nasihat berupa kebaikan.
Untuk itu, LDII dalam praktik dakwahnya mengacu kepada 7 “green dakwah”.
Pertama, dakwah berpedoman kepada Alquran dan Al-Hadits. Kedua, membawa
kesalihan sosial. Ketiga, santun, sejuk dan tasamuh (toleransi).
Keempat, membawa kemaslahatan umat.
Kelima, berwawasan lingkungan. Keenam, memperhatikan kesehatan, dan
ketujuh, dibawakan dengan kasih-sayang.
“Karena itu, LDII baik dalam dakwah bil
qalam, bil kalam, maupun bil hal tidak melakukan cara-cara radikal,
kekerasan/anarkis. Sebab, cara-cara ini tidak dicontohkan Rasulullah SAW
dalam dakwahnya,” tegas KH Abdullah Syam.
Mengenai adanya tudingan miring hingga
fitnah dan tuduhan kepada LDII di masa lalu, KH Abdullah Syam
berilustrasi:”Jika saya pernah berbuat jahat pada masa yang lalu.
Kemudian, saya taubat nasuha dengan senantiasa berbuat baik, apakah saya
masih dicap sebagai orang jahat. Tentunya kan tidak. Begitu juga dengan
LDII”.
Dari penjelasan tersebut, maka tidak ada
alasan lagi pihak-pihak yang mencurigai, apalagi memfitnah dan menuduh
LDII sebagai ajaran maupun aliran sesat-menyesatkan, seperti Ahmadiyah.
Selain tunduk kepada Alquran dan Sunnah
Rasulullah SAW (Al-Hadits), LDII juga berpedoman kepada peraturan
perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Bahkan, bagi LDII NKRI
merupakan “harga mati” sama seperti mempertahankan Islam sebagai ajaran
yang wajib diikuti dan dibela hingga akhir hayat oleh setiap warga LDII.
Untuk melihat langsung aktivitas warga LDII, terutama di markasnya di Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kediri dan Ponpes Gadingmangu Jombang
yang keduanya berada di Provinsi Jawa Timur serta ke Markas Besar DPP
LDII di kawasan Senyang yang diterima langsung Ketua Umumnya KH Abdullah
Syam didampingi pengurus teras lainnya, penulis yang ikut rombongan
ulama Medan dalam “Muhibbah Tabayyun” ke lokasi dua Ponpes LDII itu yakni Ketua Komisi Dakwah dan Luar Negeri MUI Medan Al-Ustadz
KH Zulfiqar Hajar Lc, Penasihat MUI Medan/Ketua Umum Majelis Dzikir
Tazkira Sumut KH Amiruddin MS, pengurus MUI Medan Drs H Amhar Nasution
MA, Qari Muhammad Syafi’i Ssos serta Ketua LDII
Sumut masa bakti 2011-2016 Ir H Agus Purwanto sejak 13-15 Juni 2011,
merasakan bagaimana suasana religius serta tidak ditemukan hal-hal aneh
sebagaimana dituduhkan segelintir pihak terhadap LDII.
Karena itu, tidak ada alasan bagi siapa
pun yang menuding hingga menuduh LDII sebagai aliran sesat. Mereka hanya
mendengar “kabar burung” yang tidak jelas. Jadi, sebagai umat Islam,
kita wajjb “tabayyun” jika mendengar informasi
yang belum jelas kebenarannya dari fasik. Jika kita tetap membenarkan
“kabar burung” itu, samalah kita dengan orang-orang fasik.
MARKAS DPP LDII: Rombongan ulama MUI
Medan dipimpin KH Zulfiqar Hajar, Buya KH. Amirudin, Drs. Amhar Nasution
didampingi Ketua Umum DPP LDII H Abdullah Syam, KH> Chriswanto
Santoso, M.Sc, H. Sidik Waskito BA, Rioberto Sidauruk, SH dan pengurus
lainnya foto bersama di depan markas Ormas Islam itu di kawasan Senayan Jakarta, Rabu (15/6).(Foto: Skala/Ramadhan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar